Kamis, 10 Desember 2015

Opini Masalah Internal dalam Pembelajaran


RENDAHNYA HASRAT MEMBACA DAN MENULIS
Oleh: Mila Setianingsih

Keterampilan berbahasa sangat penting bagi semua orang, khususnya para pelajar. Karena dengan menguasai keterampilan berbahasa siswa akan sangat mudah menyerap atau memahami materi yang diajarkan oleh guru. Keterampilan berbahasa ada empat yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis. Ke-empat keterampilan berbahasa memiliki peranan yang sangat penting untuk kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan oleh guru. Keterampilan membaca sangat berpengaruh dalam proses kegiatan belajar mengajar, apabila siswa tidak bisa membaca akan mempersulit untuk memahami materi yang diajarkan oleh guru. Keterampilan ini juga akan berpengaruh pada keterampilan yang lain yaitu keterampilan menulis. Siswa yang mampu membaca akan mampu menulis, karena membaca banyak manfaatnya, seperti menambah kosa kata. Ketika pembelajaran puisi maka kosa kata yang dimiliki akan berguna untuk membuat puisi dengan baik.
Proses belajar membaca-menulis merupakan hal yang kompleks. Siswalah yang menentukan terjadi atau tidaknya belajar. Secara umum kondisi belajar internal dan eksternal akan mempengaruhi belajar. Masalah internal merupakan masalah yang timbul dari dalam diri siswa atau faktor-faktor internal yang ditimbulkan ketidakberesan siswa dalam belajar. Masalah internal dalam proses pembelajaran membaca-menulis antara lain:
Kesehatan atau kondisi fisik yang kurang mendukung akan berpengaruh terhadap minat siswa untuk belajar karena siswa tidak bisa fokus terhadap materi pembelajaran melainkan memikirkan kondisi yang sedang ia alami. Hal ini akan menghambat proses untuk memahami isi materi. Kondisi fisik tidak hanya sakit melainkan cacat dibagian tubuh juga dapat mengakibatkan gangguan pada proses belajar. Misalnya, terdapat cacat pada tangan maka untuk kegiatan menulis juga akan merasa terbebani, siswa tersebut tidak akan bisa mencatat apa yang dijelaskan oleh gurunya.
Konsentrasi merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Siswa yang kesehatannya terganggu konsentrasinya juga akan terganggu, tetapi bukan hanya itu saja ketika guru sedang masuk konsentrasi siswa belum terbentuk sebab perhatian siswa masih terpecah-pecah dengan berbagai masalah. Sehingga guru perlu melakukan berbagai strategi belajar mengajar dan memperhatikan waktu belajar serta selingan istirahat atau memberikan motivasi kepada siswa.
Motivasi merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Motivasi belajar sangat berpengaruh pada aktifitas belajar, bila motivasi tersebut melemah mutu hasil belajar akan menjadi rendah. Sehingga siswa yang motivasi untuk membaca rendah maka taraf untuk menjadi penulis yang handal juga akan mengalami kesulitan. Bila seseorang telah memiliki motivasi intrinsik dalam dirinya, maka ia secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. Dalam aktivitas belajar, seseorang yang tidak memiliki motivasi intrinsik sulit sekali melakukan aktifitas belajar terus menerus. Seseorang yang memiliki motivasi intrinsik selalu ingin maju dalam belajar. Keinginan itu di latarbelakangi oleh pemikiran yang positif, bahwa semua mata pelajaran yang dipelajari sekarang akan di butuhkan dan sangat berguna untuk sekarang dan di masa mendatang.
 Apabila motivasi intrinsik tidak tumbuh dalam diri siswa atau hanya sekadar memiliki namun hanya beberapa porsentase saja maka motivasi tersebut tidak hanya terpaku pada motivasi intrinsik saja melainkan juga motivasi ekstrinsik. Peran guru sebagai motivasi ekstrinsik sangat diperlukan ketika menghadapi siswa yang mempunyai karakter pemalas. Sehingga minat untuk belajar siswa itu tumbuh setelah mendapatkan motivasi ekstrinsik.
Minat merupakan kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar untuk sesuatu. Minat dalam kegiatan membaca-menulis harus ditanamkan agar siswa mampu memperoleh pengetahuan sebanyak-banyaknya juga merasakan manfaat pembelajaran membaca-menulis. Karena pada saat ini budaya untuk membaca dikalangan pelajar atau mahasiswa sangat rendah dengan berbagai alasan. Teknologi semakin cangkih maka sikap malas untuk melakukan kegiatan lain itu akan muncul. Hal itu akan mempengaruhi hasil belajar siswa.
Sikap siswa terhadap pembelajaran merupakan kemampuan memberikan penilaian tenyang sesuatu, yang membawa diri sesuai dengan penilaian. Adanya penilaian terhadap sesuatu memberikan sikap menerima, menolak atau mengabaikannya begitu saja. Selama melakukan proses pembelajaran sikap siswa akan menentukan hasil dari pembelajaran tersebut. Pemahaman siswa yang salah terhadap belajar akan membawa kepada sikap yang salah dalam melakukan pembelajaran. Sikap siswa ini akan mempengaruhinya terhadap tindakana belajar. Sikap yang salah akan membawa siswa mersa tidak peduli dengan belajar lagi. Akibatnya tidak akan terjadi proses belajar yang kondusif. Tentunya hal ini akan sangat menghambat proses belajar. Sikap siswa terhadap belajar akan menentukan proses belajar itu sendiri. Ketika siswa sudah tidak pesuli terhadap belajar maka upaya pembelajaran yang dilakaukan akan sia-sia. Maka siswa sebaiknya mempertimbangkan masak-masak akibat sikap terhadap belajar.
Ingatan atau memori sangat berperan penting bagi siswa untuk menerima, menyimpan dan mereproduksi kembali tanggapan atau pengertian tentang materi. Namun tingkatan memori pada siswa itu berbeda, ada yang jangka pendek maupun panjang. Apabila siswa memiliki memori jangka pendek juga akan mempersulit untuk mereproduksi kembali materi yang telah mengendap dalam otak. Memori jangka pendek biasanya siswa belajar menghafal bukan memahami isi materi yang telah diajarkan oleh guru. Untuk memiliki memori jangka panjang siswa harus memiliki tips-tips tersendiri. Misalnya, setelah pulang sekolah atau selesai pembelajaran siswa mempelajari kembali materi yang telah disampaikan oleh guru. Apabila ada yang tidak paham tanyakan pada siswa lain yang lebih pandai atau kepada guru yang bersangkutan akan lebih memvalidkan materi yang belum dimengerti.
Ingatan juga akan berpengaruh terhadap intelegensi dan keberasilan belajar siswa. Intelegensi merupakan suatu kecakapan global atau rangkuman kecakapan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara baik, dan bergaul dengan lingkungan secara efisien. Yang menjadi masalah adalah siswa yang memiliki intelegensi dibawah normal. Ini akan mempengaruhi perolehan hasil belajar. Dengan perolehan hasil belajar yang rendah, yang disebabkan oleh intelegensi yang rendah atau kurangnya kesungguhan belajar, berarti terbentuknya tenaga kerja yang bermutu rendah . Hal ini akan merugikan calon tenaga kerja itu sendiri. Oleh karena itu pada tempatnya mereka didorong untuk melakukan belajar dibidang keterampilan.
Berbagai masalah internal yang ada dalam pembelajaran membaca-menulis. Kita sebagai calon guru dapat menggunakan masalah di atas sebagai acuan atau petokan agar hal demikian tidak akan terjadi, sebagai seorang guru harus mengetahui kondisi siswanya agar pembelajaran dapat berlangsung dengan kondusif dan kreatif. Dengan pemahaman di atas maka dapat dikemukakan bahwa masalah-masalah belajar internal dapat bersifat: Biologis dan Psikologis.
Masalah yang bersifat biologis artinya menyangkut masalah yang bersifat kejasmanian, seperti kesehatan, cacat badan, kurang makan dan sebagainya. Sementara hal yang bersifat Psikologis adalah masalah yang bersifat psikis seperti minat, Intelegensi, motivasi, konsentrasi psikis yang terwujud emosi dan gangguan psikis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar