Minggu, 18 Oktober 2015

Deskipsi Magang

MAGANG 1
Magang merupakan syarat utama  untuk melalui proses pendidikan. Mahasiswa wajib untuk melakukan magang disuatu tempat terdahulu sebelum mendapat gelarnya. Magang juga bagian dari pelatihan kerja,  biasanya dilakukan oleh mahasiswa atau SMK sebagai syarat utama untuk menyelesaikan proses pendidikan. Dalam kegiatan magang, kita memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan semua ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dan mempelajari detail tentang seluk beluk standar kerja yang profesional. Pengalaman ini kemudian menjadi bekal dalam menjalani jenjang karir yang sesungguhnya. Mahasiswa juga dapat menambah wawasan mengenai dunia industri dan meningkatkan keterampilan serta keahlian praktek kerja.
Pendidikan yang berkualitas sangat diperlukan sebagai upaya peningkatan untuk pengembangan sumber daya manusia.Sebuah pendidikan yang tidak hanya membekali anak didik dengan teori, tetapi juga penerapanya dilapangan, sehingga kualitas mahasiswa sebagai agen penerus bangsa dapat bertambah dan lebih matang, salah satunya dengan adanya kegiatan magang 1. Namun kegiatan magang 1 yang kami lakukan kurang optimal dikarenakan kurangnya sosialisasi kepada mahasiswa dan sekolah yang akan digunakan untuk magang 1. Maka dari itu banyak terjadi kesalahpahaman antara pihak sekolah dengan kegiatan magang 1 ini, karena saat adanya sosialisasi banyak alasan yang dilontarkan oleh pihak sekolah, ada yang belum diberitahu ada juga yang tidak hadir saat sosialisasi berlangsung. Dengan begitu akibatnya ditanggung oleh para mahasiswa yang datang ke sekolah banyak yang mengalami kesulitan. Dengan berbagai masalah yang dialami oleh mahasiswa seperti tidak diterima di sekolah tempat ia magang 1, diterima tetapi diacuhkan melainkan dibiarkan apa yang akan diamati. Oleh karena itu, mahasiswa yang mengalami hal demikian harus mencari solusi sendiri dengan mencari sekolah lain dan tetap di sekolah itu tetapi harus ada dosen yang menghantarkannya.
Kegiatan magang 1 percobaan pada angkatan 2013 ini banyak kritik dan saran dari pihak sekolah. Sebelum ada mahasiswa yang datang melakukan observasi harus sudah ada sosialisasi terlebih dahulu, mahasiswa yang datang harus ditemani dengan dosen pendamping, dan berbagai kritik lainnya. Kami selaku mahasiswa yang berperan dalam magang 1 ini mengharapkan untuk magang selanjutnya ada sosialisasi jauh-jauh hari sebelum terjun ke lapangan, agar lebih mempersiapkan apa yang perlu disiapkan dan sekolah yang bersangkutan juga harus dikumpulkan untuk diberi pengetahuan mengenai progam baru ini yaitu magang. Karena banyak sekolah yang berpikir masih progam lama yaitu PPL (Progam Pengalaman Lapangan), progam magang ini dilakukan juga terkait kurikulum yang diperbaiki menjadi kurikulum 2013.
Dalam kegiatan magang ini saya beserta kelompok mendapatkan sekolah yang sangat elit yaitu SMA N 6 Semarang dijalan Ronggolawe. Sekolah yang mempunyai visi “Menjadi sekolah unggul dalam prestasi, berakhlak mulia dan berwawasan lingkungan” dan misi “Membina mental dan budi pekerti luhur melalui pendidikan agama, Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efekif dalam mendukung kegiatan prestasi, Menumbuhkan sikap komunikatif, koordinatif, sportifitas, dan Mewujudkaan sekolah berwawasan lingkungan”. Sekolah yang tempatnya strategis, lingkungan sekolah yang sangat bersih. Karena di SMA N 6 Semarang menerapkan sabtu bersih, pada hari sabtu semua siswa-siswi melakukan kegiatan bersih-bersih seluruh halaman yang ada disekolah. Hal itu dilakukan karena lingkungan sehat, bersih, dan nyaman akan mendukung proses belajar-mengajar dengan baik dan menunjang pertumbuhan dan perkembangan bagi siswa secara optimal. Sekolah berusaha membenahi fasilitas di lingkungan satuan pendidikan meliputi air bersih, toilet, sekitar kantin, dan sampah di lingkungan sekolah. Karena semua itu demi menunjang mutu kualitas pendidikan yang baik, sekolah juga berusaha memenuhi kelengkapan sarana dan prasarana guna proses belajar mengajar.
Sekolah juga berusaha mengoptimalkan berbagai sumber daya yang tersedia dalam memelihara kualitas sebagai penunjang hidup sehat. Peran sekolah sebagai pusat pembentukan pola perilaku positif. SMA N 6 Semarang juga membiasakan perilaku 6S (Senyum, Salam, Sapa, Santun, Semangat, dan Sportif) di antara teman dan guru. Tidak ada jarak antara siswa dengan guru, karena guru yang ada di sekolah menganggap bahwa siswa-siswi itu sebagai anaknya sendiri dan itu juga akan mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar. Apabila guru bersikap selayaknya orang tua pasti siswa-siswi akan lebih tenang dalam proses belajar-mengajar dan akan cepat menyerap materi yang sedang diajarkan. Guru di SMA N 6 Semarang tidak mempersulit siswa-siswinya kalau tidak paham boleh ditanyakan kembali dan apabila waktu pelajaran sudah habis bisa ditanyakan kembali dikantor. Ketika dalam ujian semester ada siswa-siswinya yang tidak lulus dalam mata pelajaran maka guru memberikan tugas atau remidial yang lain untuk menunjang nilai yang kurang.
Dalam wawancara yang saya lakukan dengan salah satu guru di SMA N 6 Semarang mengatakan bahwa hubungan guru dengan guru sangat dekat dan akrab, karena sering mengadakan acara untuk selalu bersama. Salah satunya acara salat idul fitri yang sering mereka laksanakan di mushola sekolah. Terkadang juga pergi ke suatu tempat untuk menjalin keharmonisan keluarga yang dijalin di SMA N 6 Semarang. Apabila ada salah satu guru yang sakit, mereka juga menjenguknya tetapi tidak semua guru, namun guru yang tidak ikut menjenguk juga ikut berpartisipasi dengan cara iuran untuk membelikan oleh-oleh kepada guru yang sakit. Tidak hanya gurunya saja yang bersikap demikian namun juga siswa-siswinya, yang tidak membedakan bentuk fisik walaupun temannya ada yang cebol. Hal demikian dapat dicontoh bahwa fisik itu tidak akan menghalangi terjalinnya sebuah persahabatan.
Saya juga melihat adanya tulisan-tulisan yang sangat memotivasi dan dijadikan sebagai pedoman, seperti “Tawuran Bukan Untuk Dilestarikan (perdamaian menjadi tauladan bagi generasi masa depan bangsa Indonesia) Stop Tawuran Pelajar”. Bukan hanya itu saja karya siswa juga di pajang agar siswa yang bersangkutan lebih meningkatkan ketrampilannya dan juga memotivasi siswa yang lain untuk belajar mengasah kemampuan yang dimilikinya. Dinding banyak dipenuhi dengan adanya tempelan pedoman, karya, dan motivasi-motivasi. Diruang perpustakan contohnya didalam ruangan tersebut banyak tulisan motivasi dan kata perintah, karena dengan kata-kata lebih mudah untuk mereka intropeksi diri daripada dengan perkataan langsung.
Di SMA N 6 Semarang mempunyai ekstrakulikuler yang banyak, dari ekstrakuliler wajib maupun tidak wajib. Kegiatan ekstrakulikuler wajib diikuti oleh siswa kelas X adalah pramuka, ekstrakulikuler yang lain yang dapat diambil oleh siswa-siswi adalah basket, bola voli, pecinta alam, karate, futsal, dan lain sebagainya. Dalam ekstrakulikuler ini yang paling menonjol adalah basket dan futsal, karena pernah menjadi juara 1 tingkat provinsi.
Setelah mendapatkan data untuk tahap ke-dua kami langsung bergegas untuk pulang menuju kampus dan mengerjakan di masjid. Dalam hal ini terkadang juga terjadi perdebatan penyusunan kata-kata, setiap individu harus berbeda namun intinya sama. Tetapi dalam kelompok kami penyusunannya sama namun ketika sampai kos saya menambahkan sedikit kata agar tidak sama dengan kelompokku yang satu kelas, karena dosen pembimbing magang di kelas kami tidak menginginkan pekerjaan yang sama karena itu tugas individu, berbeda lagi kalau nanti penyusunan laporan untuk tugas akhir. Magang ditahap ke-dua ini tugasnya mengobservasi hubungan yang terjadi disekitar sekolah yaitu hubungan guru dengan guru, guru dengan siswa, siswa dengan teman sebaya, guru dengan tata usaha, dan lain sebagainya. Ketika saya wawancara langsung dengan salah satu siswa bahwa hubungan siswa dengan teman sebaya sangat dekat, karena banyak kegiatan yang menuntut saling kerjasama. Misalnya kerja bakti, lomba antar sekolah, dan lain-lain. Walaupun terkadang ada kelompok-kelompok kecil tetapi solidaritas mereka juga tidak membandingankan antara yang kaya dengan kalangan menengah.
Setelah magang ke-dua selesai, saya beserta kelompok melanjutkan magang tahap ke-tiga diminggu ketiga. Dimagang ke-tiga ini mengambil data sekaligus berpamitan kepada guru pendamping atau guru pamong beserta rekan-rekan guru yang sudah terlibat dalam proses pengambilan data. Tahap ke-tiga ini kami harus mengambil data didalam kelas setiap jurusan masing-masing mengamati proses pembelajaran yang sedang berlangsung dari awal hingga akhir pembelajaran. Namun setelah meminta izin kepada guru pamong ternyata sekolah tidak memperbolehkan untuk masuk kelas semuanya takutnya akan mengganggu proses pembelajaran. Dan solusinya hanya perwakilan saja, yang lain mengintip dari luar jendela. Agar tidak terlalu banyak yang masuk ke kelas, dan kami sangat beruntung karena kelas yang kami masuki adalah kelas bahasa Indonesia. Walaupun prodi yang lain susah untuk mendapatkan data karena yang diperbolehkan hanya kelas bahasa Indonesia maka mereka juga mengambil data dari kelas bahasa Indonesia serta mengambil pengakuan diri yang ditulis oleh kelompok magang dari progdi BK(Bimbingan Konseling).
Setelah selesai mengambil data kami memberikan sebuah bingkisan kecil kepada guru pamong serta guru lainnya yang ikut berperan dalam magang 1 ini, kami mengucapkan banyak terima kasih atas kesempatan dan waktunya serta diperbolehkan untuk mengambil data. Mungkin lain kali kami akan ditempatkan di SMA N 6 Semarang lagi ketika magang 2 maka kami beserta guru-guru yang berperan akan bertemu kembali. Rasa senang hati para guru menerima kami kembali kalau memang akan ditempatkan di SMA N 6 Semarang lagi. Suatu kebanggaan bagi kami telah disambut serta dilayani dengan baik oleh tuan rumah. Kemudian kami bergegas untuk pulang, istirahat lalu akan mengerjakan laporan dari awal hingga akhir ini sekitar pukul 13.30 wib.
Saat kami telah selesai menyusun laporan magang 1 untuk tugas akhir atau ujian akhir semester, kami melakukan bimbingan kepada dosen pengampu mata kuliah magang yaitu Ibu Ngatmini yang dibenahi hanya tata cara penulisan yang kurang tepat dan penggunaan bahasa yang kurang baku juga harus dibenahi untuk pengalaman kami juga suatu saat nanti skripsi. Pada akhirnya tugas membuat laporan magang 1 telah usai dan kini menunggu magang selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar