MAGANG 1
Magang
merupakan syarat utama untuk melalui
proses pendidikan. Mahasiswa wajib untuk melakukan magang disuatu tempat
terdahulu sebelum mendapat gelarnya. Magang juga bagian dari pelatihan kerja, biasanya dilakukan oleh mahasiswa atau SMK sebagai
syarat utama untuk menyelesaikan proses pendidikan. Dalam kegiatan magang, kita
memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan semua ilmu yang dipelajari di bangku
kuliah dan mempelajari detail tentang seluk beluk standar kerja yang
profesional. Pengalaman ini kemudian menjadi bekal dalam menjalani jenjang
karir yang sesungguhnya. Mahasiswa juga dapat menambah wawasan mengenai dunia
industri dan meningkatkan keterampilan serta keahlian praktek kerja.
Pendidikan
yang berkualitas sangat diperlukan sebagai upaya peningkatan untuk pengembangan
sumber daya manusia.Sebuah pendidikan yang tidak hanya membekali anak didik
dengan teori, tetapi juga penerapanya dilapangan, sehingga kualitas mahasiswa
sebagai agen penerus bangsa dapat bertambah dan lebih matang, salah satunya dengan adanya kegiatan magang 1. Namun kegiatan magang 1 yang kami lakukan kurang optimal
dikarenakan kurangnya sosialisasi kepada mahasiswa dan sekolah yang akan
digunakan untuk magang 1. Maka dari itu banyak terjadi kesalahpahaman antara
pihak sekolah dengan kegiatan magang 1 ini, karena saat adanya sosialisasi
banyak alasan yang dilontarkan oleh pihak sekolah, ada yang belum diberitahu
ada juga yang tidak hadir saat sosialisasi berlangsung. Dengan begitu akibatnya
ditanggung oleh para mahasiswa yang datang ke sekolah banyak yang mengalami
kesulitan. Dengan berbagai masalah yang dialami oleh mahasiswa seperti tidak
diterima di sekolah tempat ia magang 1, diterima tetapi diacuhkan melainkan
dibiarkan apa yang akan diamati. Oleh karena itu, mahasiswa yang mengalami hal
demikian harus mencari solusi sendiri dengan mencari sekolah lain dan tetap di
sekolah itu tetapi harus ada dosen yang menghantarkannya.
Kegiatan magang 1 percobaan pada angkatan 2013 ini banyak
kritik dan saran dari pihak sekolah. Sebelum ada mahasiswa yang datang
melakukan observasi harus sudah ada sosialisasi terlebih dahulu, mahasiswa yang
datang harus ditemani dengan dosen pendamping, dan berbagai kritik lainnya.
Kami selaku mahasiswa yang berperan dalam magang 1 ini mengharapkan untuk
magang selanjutnya ada sosialisasi jauh-jauh hari sebelum terjun ke lapangan,
agar lebih mempersiapkan apa yang perlu disiapkan dan sekolah yang bersangkutan
juga harus dikumpulkan untuk diberi pengetahuan mengenai progam baru ini yaitu
magang. Karena banyak sekolah yang berpikir masih progam lama yaitu PPL (Progam
Pengalaman Lapangan), progam magang ini dilakukan juga terkait kurikulum yang
diperbaiki menjadi kurikulum 2013.
Dalam
kegiatan magang ini saya beserta kelompok mendapatkan sekolah yang sangat elit
yaitu SMA N 6 Semarang dijalan Ronggolawe. Sekolah yang mempunyai visi “Menjadi
sekolah unggul dalam
prestasi, berakhlak mulia dan berwawasan lingkungan” dan misi “Membina mental
dan budi pekerti luhur melalui pendidikan agama, Melaksanakan kegiatan belajar
mengajar secara efekif dalam mendukung kegiatan prestasi, Menumbuhkan sikap
komunikatif, koordinatif, sportifitas, dan Mewujudkaan sekolah berwawasan
lingkungan”. Sekolah yang tempatnya strategis,
lingkungan sekolah yang sangat bersih. Karena di SMA N 6 Semarang menerapkan
sabtu bersih, pada hari sabtu semua siswa-siswi melakukan kegiatan
bersih-bersih seluruh halaman yang ada disekolah. Hal itu dilakukan karena
lingkungan sehat, bersih, dan nyaman akan mendukung proses belajar-mengajar dengan
baik dan menunjang pertumbuhan dan perkembangan bagi siswa secara optimal.
Sekolah berusaha membenahi fasilitas di lingkungan satuan pendidikan meliputi
air bersih, toilet, sekitar kantin, dan sampah di lingkungan sekolah. Karena
semua itu demi menunjang mutu kualitas pendidikan yang baik, sekolah juga
berusaha memenuhi kelengkapan sarana dan prasarana guna proses belajar
mengajar.
Sekolah
juga berusaha mengoptimalkan berbagai sumber daya yang tersedia dalam
memelihara kualitas sebagai penunjang hidup sehat. Peran sekolah sebagai pusat
pembentukan pola perilaku positif. SMA N 6 Semarang juga membiasakan perilaku
6S (Senyum, Salam, Sapa, Santun, Semangat, dan Sportif) di antara teman dan
guru. Tidak ada jarak antara siswa dengan guru, karena guru yang ada di sekolah
menganggap bahwa siswa-siswi itu sebagai anaknya sendiri dan itu juga akan
mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar. Apabila guru bersikap selayaknya orang
tua pasti siswa-siswi akan lebih tenang dalam proses belajar-mengajar dan akan
cepat menyerap materi yang sedang diajarkan. Guru di SMA N 6 Semarang tidak
mempersulit siswa-siswinya kalau tidak paham boleh ditanyakan kembali dan
apabila waktu pelajaran sudah habis bisa ditanyakan kembali dikantor. Ketika
dalam ujian semester ada siswa-siswinya yang tidak lulus dalam mata pelajaran
maka guru memberikan tugas atau remidial yang lain untuk menunjang nilai yang
kurang.
Dalam
wawancara yang saya lakukan dengan salah satu guru di SMA N 6 Semarang
mengatakan bahwa hubungan guru dengan guru sangat dekat dan akrab, karena
sering mengadakan acara untuk selalu bersama. Salah satunya acara salat idul
fitri yang sering mereka laksanakan di mushola sekolah. Terkadang juga pergi ke
suatu tempat untuk menjalin keharmonisan keluarga yang dijalin di SMA N 6
Semarang. Apabila ada salah satu guru yang sakit, mereka juga menjenguknya
tetapi tidak semua guru, namun guru yang tidak ikut menjenguk juga ikut
berpartisipasi dengan cara iuran untuk membelikan oleh-oleh kepada guru yang
sakit. Tidak hanya gurunya saja yang bersikap demikian namun juga
siswa-siswinya, yang tidak membedakan bentuk fisik walaupun temannya ada yang
cebol. Hal demikian dapat dicontoh bahwa fisik itu tidak akan menghalangi
terjalinnya sebuah persahabatan.
Saya
juga melihat adanya tulisan-tulisan yang sangat memotivasi dan dijadikan
sebagai pedoman, seperti “Tawuran Bukan Untuk Dilestarikan (perdamaian menjadi
tauladan bagi generasi masa depan bangsa Indonesia) Stop Tawuran Pelajar”.
Bukan hanya itu saja karya siswa juga di pajang agar siswa yang bersangkutan
lebih meningkatkan ketrampilannya dan juga memotivasi siswa yang lain untuk
belajar mengasah kemampuan yang dimilikinya. Dinding banyak dipenuhi dengan
adanya tempelan pedoman, karya, dan motivasi-motivasi. Diruang perpustakan
contohnya didalam ruangan tersebut banyak tulisan motivasi dan kata perintah,
karena dengan kata-kata lebih mudah untuk mereka intropeksi diri daripada
dengan perkataan langsung.
Di
SMA N 6 Semarang mempunyai ekstrakulikuler yang banyak, dari ekstrakuliler
wajib maupun tidak wajib. Kegiatan ekstrakulikuler wajib diikuti oleh siswa
kelas X adalah pramuka, ekstrakulikuler yang lain yang dapat diambil oleh
siswa-siswi adalah basket, bola voli, pecinta alam, karate, futsal, dan lain
sebagainya. Dalam ekstrakulikuler ini yang paling menonjol adalah basket dan
futsal, karena pernah menjadi juara 1 tingkat provinsi.
Setelah
mendapatkan data untuk tahap ke-dua kami langsung bergegas untuk pulang menuju
kampus dan mengerjakan di masjid. Dalam hal ini terkadang juga terjadi
perdebatan penyusunan kata-kata, setiap individu harus berbeda namun intinya
sama. Tetapi dalam kelompok kami penyusunannya sama namun ketika sampai kos
saya menambahkan sedikit kata agar tidak sama dengan kelompokku yang satu
kelas, karena dosen pembimbing magang di kelas kami tidak menginginkan
pekerjaan yang sama karena itu tugas individu, berbeda lagi kalau nanti
penyusunan laporan untuk tugas akhir. Magang ditahap ke-dua ini tugasnya
mengobservasi hubungan yang terjadi disekitar sekolah yaitu hubungan guru
dengan guru, guru dengan siswa, siswa dengan teman sebaya, guru dengan tata
usaha, dan lain sebagainya. Ketika saya wawancara langsung dengan salah satu
siswa bahwa hubungan siswa dengan teman sebaya sangat dekat, karena banyak kegiatan
yang menuntut saling kerjasama. Misalnya kerja bakti, lomba antar sekolah, dan
lain-lain. Walaupun terkadang ada kelompok-kelompok kecil tetapi solidaritas
mereka juga tidak membandingankan antara yang kaya dengan kalangan menengah.
Setelah
magang ke-dua selesai, saya beserta kelompok melanjutkan magang tahap ke-tiga
diminggu ketiga. Dimagang ke-tiga ini mengambil data sekaligus berpamitan
kepada guru pendamping atau guru pamong beserta rekan-rekan guru yang sudah
terlibat dalam proses pengambilan data. Tahap ke-tiga ini kami harus mengambil
data didalam kelas setiap jurusan masing-masing mengamati proses pembelajaran
yang sedang berlangsung dari awal hingga akhir pembelajaran. Namun setelah
meminta izin kepada guru pamong ternyata sekolah tidak memperbolehkan untuk
masuk kelas semuanya takutnya akan mengganggu proses pembelajaran. Dan solusinya
hanya perwakilan saja, yang lain mengintip dari luar jendela. Agar tidak
terlalu banyak yang masuk ke kelas, dan kami sangat beruntung karena kelas yang
kami masuki adalah kelas bahasa Indonesia. Walaupun prodi yang lain susah untuk
mendapatkan data karena yang diperbolehkan hanya kelas bahasa Indonesia maka
mereka juga mengambil data dari kelas bahasa Indonesia serta mengambil
pengakuan diri yang ditulis oleh kelompok magang dari progdi BK(Bimbingan
Konseling).
Setelah
selesai mengambil data kami memberikan sebuah bingkisan kecil kepada guru
pamong serta guru lainnya yang ikut berperan dalam magang 1 ini, kami
mengucapkan banyak terima kasih atas kesempatan dan waktunya serta
diperbolehkan untuk mengambil data. Mungkin lain kali kami akan ditempatkan di
SMA N 6 Semarang lagi ketika magang 2 maka kami beserta guru-guru yang berperan
akan bertemu kembali. Rasa senang hati para guru menerima kami kembali kalau
memang akan ditempatkan di SMA N 6 Semarang lagi. Suatu kebanggaan bagi kami
telah disambut serta dilayani dengan baik oleh tuan rumah. Kemudian kami
bergegas untuk pulang, istirahat lalu akan mengerjakan laporan dari awal hingga
akhir ini sekitar pukul 13.30 wib.
Saat
kami telah selesai menyusun laporan magang 1 untuk tugas akhir atau ujian akhir
semester, kami melakukan bimbingan kepada dosen pengampu mata kuliah magang
yaitu Ibu Ngatmini yang dibenahi hanya tata cara penulisan yang kurang tepat
dan penggunaan bahasa yang kurang baku juga harus dibenahi untuk pengalaman
kami juga suatu saat nanti skripsi. Pada akhirnya tugas membuat laporan magang
1 telah usai dan kini menunggu magang selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar